“Kita sudah bicara dengan Pak Kapolres. Insyaallah pihak Polres juga akan segera menindak dan saya minta untuk segera mungkin dicari orang-orang yang menjual minuman oplosan ini di Kabupaten Subang agar tidak ada lagi dan bisa memberikan efek jera,” katanya.
Bupati Reynaldy menyebut, hingga Rabu malam, data korban masih terus dihimpun karena tidak seluruh pasien dirawat di RSUD Subang.
“Untuk data sampai hari ini kita masih ngumpulin, karena tidak terpusat di sini. Yang di RSUD hari ini 9, dan sekarang dua ini masih ada dalam tahap pengobatan intensif, yang satu ada di ICU, yang satu ada di IGD,” jelasnya.
Ia mengungkapkan keprihatinannya atas dugaan campuran berbahaya dalam miras tersebut.
“Katanya campurannya gembleng buat bensin dua tak dicampur Bima. Itu kan mengerikan, yang kayak gitu-gitu masih dikonsumsi. Saya sangat prihatin dan sangat ingin Kabupaten Subang ini terhindar dari hal-hal seperti itu,” ujarnya.
Peristiwa ini bahkan mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat. “Gubernur sendiri langsung nelpon, menyampaikan kekecewaan masih ada masyarakat di Subang yang mengkonsumsi minuman-minuman oplosan seperti ini,” ungkap Reynaldy.
Di akhir pernyataannya, ia memperingatkan para pedagang miras ilegal dan obat-obatan keras agar bersiap menghadapi tindakan tegas pemerintah.
“Untuk para pedagang yang masih menjual hal seperti itu, tunggu saja. Saya akan tindak tegas dengan pihak kepolisian. Kita sudah komitmen bahwa kita akan menindak siapapun yang berani-berani masih menjual barang-barang seperti itu, termasuk obat-obatan terlarang dan obat-obatan keras,” tegasnya.
Ia juga mengajak media dan masyarakat untuk turut berperan aktif. “Saya juga berharap kita semua kolaborasi, unsur media, pers, masyarakat sendiri, laporkan misalnya ketika masih menemukan ada penjual-penjual yang menjual minuman terlarang, menjual obat-obatan keras itu, tolong dilaporkan ke saya.
”Tragedi ini menjadi alarm keras bagi Subang. Delapan nyawa melayang, puluhan keluarga berduka. Kini, publik menanti ketegasan aparat dan komitmen pemerintah agar miras oplosan benar-benar diberantas hingga ke akar-akarnya.






