Suryacipta Bidik Modal Hong Kong, Tawarkan Kawasan Industri Terintegrasi di Tengah Relokasi Rantai Pasok Global

Suryacipta Bidik Modal Hong Kong, Tawarkan Kawasan Industri Terintegrasi di Tengah Relokasi Rantai Pasok Global. (Foto: Istimewa)

HONGKONG, BuletinJabar.com – Arus relokasi rantai pasok global ke Asia Tenggara kian nyata. Di tengah momentum itu, PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta), anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), tampil agresif mempromosikan transformasi kawasan industri Indonesia di hadapan investor Hong Kong.

Dalam forum bisnis “Indonesia Infrastructure Transformation – Unlocking Cross Border Investment Opportunities” yang digelar oleh HSBC bersama Federation of Hong Kong Industries pada Rabu (4/3), Suryacipta memaparkan strategi besar Indonesia dalam menangkap peluang relokasi industri global.

Bacaan Lainnya

Kehadiran Suryacipta di Hong Kong bukan tanpa alasan. Kota ini selama ini dikenal sebagai pusat keuangan global sekaligus “super-connector” bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok daratan yang ingin mengalirkan investasinya ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Data menunjukkan, Hong Kong kini mengukuhkan diri sebagai sumber Foreign Direct Investment (FDI) terbesar kedua bagi Indonesia. Sepanjang 2021–2025, kontribusi investasinya mencapai USD 35,5 miliar. Dengan posisinya sebagai hub re-ekspor terbesar dunia, banyak perusahaan manufaktur berbasis di Hong Kong mulai melirik Indonesia sebagai basis produksi strategis untuk mendiversifikasi rantai pasok di tengah ketidakpastian perdagangan global.

Kawasan Industri Tak Lagi Sekadar Jual LahanMewakili Suryacipta, Chief Commercial Officer Abednego Purnomo menegaskan bahwa lanskap industri Indonesia telah berubah secara fundamental.

“Kawasan industri modern tidak lagi sekadar menyediakan lahan, melainkan menawarkan integrasi penuh antara logistik, infrastruktur digital dan transisi energi,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Pernyataan ini menandai pergeseran paradigma. Investor kini tidak hanya mencari harga tanah kompetitif, melainkan efisiensi menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari konektivitas pelabuhan hingga kesiapan energi hijau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *