Jabar Tekan Stunting hingga 15,9 Persen, Wabup Subang Siap Genjot Target Zero New Stunting

Wabup Subang hadiri Rapat Evaluasi Penanganan Stunting yang digelar di Aula Rapih Repeh, Gedung Sate, Kota Bandung. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, BuletinJabar.com — Upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Barat terus menunjukkan hasil positif. Hal ini mengemuka dalam Rapat Evaluasi Penanganan Stunting yang digelar pada Selasa (07/04/2026) di Aula Rapih Repeh, Gedung Sate, Kota Bandung, yang dihadiri Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi bersama sejumlah kepala daerah lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk memetakan kondisi sekaligus potensi penanganan stunting di tiap daerah.

Bacaan Lainnya

“Kita akan melihat kondisi masalah gizi di setiap Kota/ Kabupaten dan mengetahui kekuatan dan potensi,” ujarnya.

Data terbaru menunjukkan tren yang menggembirakan. Angka prevalensi stunting di Jawa Barat pada tahun 2024 tercatat sebesar 15,9 persen, turun signifikan dari 21,7 persen pada 2023. Capaian ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi terbaik dalam penanganan stunting secara nasional di tahun 2024.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pencegahan, Percepatan, dan Penurunan Stunting (P3S) Provinsi Jawa Barat, mengapresiasi kehadiran para wakil kepala daerah dalam rapat tersebut sebagai bentuk komitmen bersama.

“Terima kasih atas kehadiran sebagai komitmen menyelesaikan stunting,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat.

“Ini bukan kerja keras provinsi tapi kerja keras bapak dan ibu di Kota/ Kabupaten,” ungkapnya.

Meski demikian, Erwan mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak berpuas diri. Ia menargetkan penurunan angka stunting hingga 5 persen dan bahkan mendorong tercapainya zero new stunting di masa kepemimpinan Dedy Mulyadi bersama dirinya.

“Jangan sampai terlena dengan penurunan yang lalu tapi di tahun ini kinerja kita kurang. Di masa kepemimpinan Pak Dedy dan Saya Jawa Barat harus zero new stunting,” jelasnya.

Usai kegiatan, Agus Masykur Rosyadi atau yang akrab disapa Kang Akur menyampaikan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Subang dalam menekan angka stunting, meski saat ini Subang sudah masuk empat daerah dengan prevalensi terendah di Jawa Barat.

“Alhamdulillah hari ini kita rakor dengan Pemda Jawa Barat. Alhamdulillah Subang 4 besar terbawah di 12,4% di bawah rata-rata Provinsi meski masih jauh dari target ke depan yaitu 5%. Insyaallah kita akan terus berkomitmen dengan seluruh steakholder termasuk dengan BGN melalui MBG agar zero new stunting tercapai,” ucapnya.

Ia juga optimistis bahwa berbagai upaya yang dilakukan secara kolaboratif, mulai dari pemerintah daerah hingga pusat, akan mampu menekan angka stunting secara signifikan, sekaligus mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

“Saya optimis 2045 bisa tercapai Indonesia Emas dengan SDM yang unggul,” tutup Kang Akur.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh para wakil kepala daerah se-Jawa Barat, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam percepatan penanganan stunting.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *