Sambut Bantuan Becak Listrik Prabowo, Bupati Subang Tambah Beri Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi. (Foto: YHJ/ BuletinJabar.com)

SUBANG, BuletinJabar.com – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, mengawal langsung penyerahan bantuan becak listrik gratis dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada para tukang becak lansia di Kabupaten Subang. Dalam momen bersejarah bagi warganya tersebut, Bupati Reynaldy tak hanya hadir mendampingi, tetapi juga memastikan perlindungan keselamatan kerja bagi para penerima bantuan.

Di hadapan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha, Mayjen TNI (Purn.) Firman Dahlan yang hadir mewakili pusat, Reynaldy mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang akan mendaftarkan para pengayuh becak listrik tersebut ke dalam program perlindungan jaminan sosial.

Bacaan Lainnya

“Insya Allah yang tergabung di becak listrik ini akan kita daftarkan nanti di BPJS Ketenagakerjaan ya, Pak Kepala BPJS,” tegas Reynaldy di hadapan para warga, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Bupati Subang, jaminan dari pemerintah daerah ini sangat penting agar para pahlawan pencari nafkah keluarga bisa bekerja dengan lebih tenang di jalanan.

“Jadi Bapak-ibu nanti kalau yang lagi bekerja, tiba-tiba sakit, atau amit-amit ada musibah meninggal atau apa, itu nanti dapat tanggungan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk keluarga,” jelasnya yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan rasa syukur dari para hadirin.

Di sela-sela penyampaian kabar gembira tersebut, Reynaldy juga sukses mencairkan suasana lewat candaan khas daerahnya. Ia menilai keputusan pemerintah pusat memberikan bantuan dalam wujud fisik becak listrik senilai Rp 22 juta per unit sudah sangat tepat, ketimbang memberikannya dalam bentuk uang tunai.

“Tadi harganya 22 juta ya Pak ya. Soalnya kalau 22 jutanya dikasih ke tukang becaknya Pak, pada nikah lagi nanti Pak,” seloroh Reynaldy yang seketika membuat para pejabat dan tukang becak tertawa lepas.

Ia pun melanjutkan kelakarnya dengan logat Sunda, “Bukan dibeliin becak, dipake nyandung (poligami) nanti Pak. Karena aki-aki juga hasrat untuk nikah laginya orang Subang masih tinggi, Pak.”.

Lebih lanjut, Bupati Reynaldy turut mempertegas instruksi Mayjen TNI (Purn.) Firman Dahlan yang sebelumnya melarang keras becak tersebut untuk dijual, disewakan, apalagi digadaikan. Dengan gaya bahasa lokal yang akrab, Reynaldy memberikan peringatan tegas namun santai kepada warganya.

“Ulah dikirakeun orang Subang, bising becana dijual deui, digadekeun. Kade! Kanyahoan ku saya mun digadekeun (Jangan sampai orang Subang nanti becaknya dijual lagi, digadaikan. Awas! Ketahuan sama saya kalau digadaikan),” pesannya. Ia menegaskan bahwa alat transportasi itu sepenuhnya harus digunakan untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarga.

Di penghujung acara, Reynaldy menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Presiden Prabowo dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) atas bantuan nyata tersebut. Menyadari bahwa produksi becak listrik dari PT Pindad masih terbatas, Bupati Subang berjanji akan terus melobi pusat agar kuota untuk daerahnya bisa bertambah.

“Jangan sampai putus di sini, ini jangan jadi pertemuan terakhir. Mudah-mudahan ini jadi pertemuan pertama dan selanjutnya kita ada pertemuan-pertemuan lagi,” harap Reynaldy. “Mudah-mudahan tadi bisik-bisik… mudah-mudahan ada tambahan lagi, ada kuota lagi sehingga masyarakat Subang bisa lebih banyak yang menikmati,” pungkasnya optimis. (YHJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *