Cegah Bullying dan Tawuran, Kapolsek Pagaden Edukasi Pelajar SMK Radita Yudha

Kapolsek Pagaden bagikan coklat saat interaktif dengan para siswa. (Foto: Istimewa)

SUBANG, BuletinJabar.com – Kapolsek Pagaden, AKP Ikin Sodikin, S.H., M.M., menjadi pembina upacara bendera di SMK Radita Yudha Pagaden, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Senin (12/10/2026) pagi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program PRES NUS (Polisi Responsif Pembina Upacara Sekolah) untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap kedisiplinan, keselamatan berlalu lintas, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB itu diikuti kepala sekolah, guru, staf, siswa-siswi SMK Radita Yudha Pagaden, serta sejumlah personel Polsek Pagaden.

Bacaan Lainnya

Program ini dilaksanakan atas arahan Kapolres Subang, AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H., sebagai bentuk pendekatan kepolisian kepada kalangan pelajar melalui edukasi dan pembinaan secara langsung di lingkungan sekolah.

Dalam amanatnya, AKP Ikin Sodikin mengajak para siswa untuk membangun hubungan pertemanan yang sehat, saling menghormati, dan tidak melakukan perundungan atau bullying terhadap sesama teman.

“Sesama siswa harus menjalin hubungan kekeluargaan yang baik. Jangan melakukan bullying atau perundungan terhadap teman sendiri. Kita harus saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta kondusif untuk belajar,” pesan Kapolsek kepada para siswa.

Ingatkan Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Selain menyampaikan pesan antiperundungan, Kapolsek Pagaden juga memberikan perhatian terhadap keselamatan berlalu lintas, terutama bagi siswa yang menggunakan kendaraan bermotor untuk berangkat ke sekolah.

Ia mengingatkan pelajar yang belum cukup umur agar tidak mengendarai kendaraan bermotor. Sementara itu, siswa yang telah memenuhi persyaratan berkendara diminta selalu mematuhi aturan lalu lintas, membawa kelengkapan surat kendaraan, serta menggunakan helm berstandar SNI.

Kapolsek juga mengingatkan para siswa agar tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan atau knalpot brong karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Untuk memperkuat pesan tersebut, AKP Ikin Sodikin memperagakan helm yang dilemparkan ke lantai sebagai ilustrasi pentingnya perlindungan kepala ketika terjadi benturan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *