SUBANG, BuletinJabar.com – Bendungan Cilamatan yang berada di Kampung Sukamanah RT 12 RW 04, Dusun Sukamulya, Desa Kematan, Kecamatan Cijambe, jebol setelah dihantam derasnya aliran Sungai Cilamatan saat banjir bandang yang terjadi tiga hari lalu. Akibat kejadian tersebut, aliran selokan yang mengairi dua dusun dengan total lahan sawah mencapai 20 hektare kini mengalami kekeringan.
Ulu-ulu (Mitra Cai) Selokan Kukulu, Wa Endi, pada Kamis (11/12/2025) menjelaskan bahwa bendungan tersebut sebenarnya hanya konstruksi sederhana yang terbuat dari dua batang pohon kelapa yang dipadukan dengan tembok penahan di sisi kiri dan kanan sebagai struktur utama.
“Bendungan ini dibuat dari dua pohon kelapa yang sudah lama terpasang. Karena terus terendam, kayunya sudah rapuh. Begitu banjir bandang datang, pohon kelapa itu tidak kuat lagi menahan tekanan air, akhirnya jebol pada Senin, 8 Desember 2025,” ungkap Wa Endi.
Ia menambahkan, kerusakan tanggul itu berdampak langsung pada saluran irigasi yang mengairi hamparan sawah di Dusun Sukamulya, Dusun Dampit, dan Kampung Pabuaran yang masuk dalam Daerah Irigasi (DI) Selokan Kukulu.
“Sekarang mayoritas petani sedang mengolah sawah menjelang musim tanam. Kalau tanggul ini tidak segera diperbaiki, ratusan petani akan terdampak,” ujarnya.
Wa Endi berharap pemerintah bergerak cepat. “Kami meminta Dinas PUPR Subang dan BPBD untuk segera membangun kembali tanggul permanen. Ini sudah termasuk bencana alam, dan penanganannya tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kadis PUPR Subang melalui Kabid Sumber Daya Air, Juli ST, mengaku belum menerima laporan resmi dari pemerintah desa terkait kerusakan bendungan tersebut.
“Kami belum menerima laporan dari desa. Terima kasih kepada Kang Ade yang sudah mengonfirmasi soal jebolnya Bendungan Cilamatan,” kata Juli.
Ia memastikan pihaknya akan segera turun ke lapangan. “Dalam waktu dekat kami akan mengecek lokasi, melaporkan kepada pimpinan, dan berkoordinasi dengan BPBD untuk menentukan langkah-langkah penanganan selanjutnya,” jelasnya.
Juli menegaskan, penanganan kerusakan ini akan diprioritaskan. “Kami akan bawa persoalan ini ke forum rapat teknis dan akan segera kami tangani demi kepentingan masyarakat banyak,” ujarnya.
Jika Anda ingin artikel ini dijadikan versi siaran pers, naskah berita TV, atau versi bahasa yang lebih formal, saya bisa bantu menyusunkan ulang. (






