Banjir Pantura Meluas, Bupati Subang Pastikan Pemda All Out Tangani Warga Terdampak

Banjir Pantura Meluas, Bupati Subang Pastikan Pemda All Out Tangani Warga Terdampak. (Foto: Istimewa)

SUBANG, BuletinJabar.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Subang terus berupaya maksimal menangani banjir yang melanda wilayah Pantura. Hal itu disampaikan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, Kamis (29/01/2026) di Kecamatan Ciater. Ia didampingi Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Drs. R. Memet Hikmat, MW., CGCAE.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey mengungkapkan, hujan berintensitas tinggi yang turun sejak malam hari menyebabkan perluasan wilayah terdampak banjir.

“Jadi banjir pantura sampai hari masih terjadi bahkan ada penambhan luasan dan masyarakat terdampak karena hujan tidak berhenti yang membuat Kecamatan compreng terdampak banjir. Jadi sampai hari ini ada 8 Kecamatan yang terdampak banjir,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat Pantura tidak sendirian menghadapi bencana ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, termasuk dirinya, akan berkantor langsung di wilayah Pantura untuk memastikan kebutuhan mendesak warga dapat segera dipenuhi.

“Saya dan jajaran sudah 4 hari lalu selalu stand by di Pantura tapi mulai hari ini akan lebih fokus lagu 1×24 jam. Intinya kami dalam beberapa hari ke depan akan ngantor dari pantura sehingga ada kebutuhan urgent langsung dipenuhi,” katanya.

Posko, Dapur Umum, dan Relokasi WargaDalam penanganan jangka pendek, Kang Rey menyebut pihaknya fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui pendirian posko dan dapur umum. Selain itu, pemerintah juga berupaya menyiapkan lokasi pengungsian yang lebih layak bagi warga terdampak.

“Sudah ada posko dan kami mengupayakan relokasi beberapa masyarakat yang hari ini terdampak dan mengungsi di fly over karena kurang layak tapi masyarakat masih sulit direlokasi. Untuk daerah dengan genangan tinggi kita sarankan untuk pindah ke posko. Kami juga sediakan dapur umu dan dapur mandiri yang seiap hari kita selalu melayani 8000 masyarakat yang diberikan makan 2 kalis sehari,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong dalam penanganan banjir yang melibatkan berbagai unsur.

“Makanan dapur umum dimasak rereongan oleh desa, petugas Posyandu, BPBD semuanya berkolaborasi,” jelasnya.

Dorong Solusi Jangka PanjangSelain langkah darurat, Kang Rey menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, guna menyelesaikan akar persoalan banjir di wilayah Pantura.

“Pagi tadi sudah telpon Gubernur Jawa Barat agar BBWS segera membuat tanggul layak dan normalisasi sungai-sungai yang ada,” imbuhnya.

Ia memastikan seluruh jajaran dan pemangku kepentingan telah bergerak sejak awal banjir terjadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *