Tak berhenti di situ, ia kembali menegaskan kesiapannya mengambil langkah hukum bila serangan pribadi terus berlanjut.
“Masyarakat Subang bisa menilai yang meramaikan ini siapa? ingat bedakan kritik dan fitnah, ketika sudah menyangkut ke fitnah saya pun akan mengambil langkah hukum. Tidak menuntut kemungkinan dalam waktu dekat saya akan melakukan upaya hukum,” tegas Reynaldy.
Bupati juga mengakui bahwa polemik ini mengganggu fokus kerjanya dalam mengawasi proyek pembangunan hingga penyerapan anggaran.
“Kalau secara pribadi saya ini sangat menggangu, akhirnya terganggu oleh hal-hal seperti ini. Maka dari itu saya memohon doa dan dukungan masyarakat,” imbuhnya.
Menutup keterangannya, ia melontarkan pernyataan tajam mengenai pihak-pihak yang disebutnya kerap mengatasnamakan masyarakat untuk menyerangnya.
“Dan kita sama-sama tahu, yang membuat ini ramai siapa-siapa saja. Mungkin masyarakat yang hibahnya saya potong, mungkin masyarakat yang TGR BPK nya sedang saya gelontorkan terus, mungkin masyarakat yang selama ini bangunan-bangunan usahanya sedang tagih terus, karena kena temuan BPK,” pungkasnya.





