Fajar memandang Subang sebagai wilayah persimpangan baik secara geografis maupun sosial. Beragam komunitas dan potensi bertemu di daerah ini, namun masih membutuhkan ruang temu yang sehat dan inklusif.
“Kami ingin Cafe 88 Society menjadi titik temu. Bukan cuma anak motor, tapi semua yang punya semangat bergerak, berkarya, dan berjejaring,” tambahnya.
Hobi motor besar juga membentuk cara Fajar melihat dan menjalankan bisnis. Ia menekankan pentingnya konsistensi, ketahanan, dan visi jangka panjang. Seperti perjalanan jauh di atas motor, membangun ruang sosial bukan tentang kecepatan, melainkan tentang arah dan keberlanjutan.
Antusiasme masyarakat pada hari pembukaan menjadi validasi awal atas visi tersebut. Cafe 88 Society tidak sekadar hadir sebagai tempat nongkrong, tetapi sebagai ruang hidup yang membawa identitas kuat, kebebasan, kebersamaan, dan pengalaman.
Ke depan, Cafe 88 Society diproyeksikan berkembang menjadi hub gaya hidup di Subang, ruang yang menyatukan kuliner, musik, komunitas, dan semangat perjalanan. Sebuah tempat yang lahir dari hobi, tumbuh menjadi visi, dan bergerak mantap menuju masa depan.






