“Monitoring terus dilakukan untuk memastikan PBP menerima Banpang sesuai aturan,” ujarnya.
Anis menambahkan bahwa penyaluran ditargetkan rampung pada 15 Desember 2025 dan mengimbau masyarakat melaporkan jika menemukan komoditas yang tidak sesuai standar.
“Semoga bermanfaat. Jika ditemukan komoditas yang tidak sesuai, laporkan ke kami untuk dilakukan pergantian,” katanya.
Dari tingkat nasional, Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi kembali menegaskan pentingnya program Banpang sebagai kebutuhan mendasar masyarakat.
“Pangan ini kebutuhan mendasar bagi setiap individu, termasuk kelompok masyarakat berpendapatan rendah yang aksesibilitasnya terhadap pangan relatif sulit. Karena itu, bantuan pangan beras ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah,” ujarnya.
Arief juga mengungkapkan bahwa kontribusi beras terhadap garis kemiskinan sangat signifikan. Berdasarkan data BPS, kontribusi beras mencapai 21,84 persen di wilayah perkotaan dan 25,93 persen di perdesaan.
Dengan penyaluran Banpang yang terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjaga stabilitas pangan dan harga di tingkat lokal.






