”Kunjungan rumah ini sangat penting bagi keluarga rawan atau berisiko tinggi yang sulit menjangkau Puskesmas. Jadi, bidan atau perawat desa yang aktif mendatangi mereka,” jelas Anang.
Saat ini, beberapa kecamatan telah menunjukkan progres positif dalam penyediaan Poskesdes. Di Kecamatan Pagaden, dari enam desa, sudah terdapat empat Poskesdes. Sementara itu, di Kecamatan Blanakan, jumlah Poskesdes kini bertambah menjadi dua unit.
Anang berharap Puskesmas lain di Kabupaten Subang dapat mengikuti langkah ini guna memperluas jangkauan layanan primer.Melalui keberadaan Poskesdes, Dinkes Subang juga ingin mengubah pola pikir masyarakat dalam berkonsultasi kesehatan. Anang menghimbau agar masyarakat tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan saat merasa sakit saja.
“Harapan kami ke depan, masyarakat yang sehat pun mau datang ke Poskesdes untuk konsultasi preventif dan promotif. Kita tingkatkan pencegahannya agar pasien tidak menumpuk di Puskesmas atau Rumah Sakit,” pungkasnya.
Dengan adanya Poskesdes yang aktif, diharapkan derajat kesehatan masyarakat Subang dapat meningkat secara merata hingga ke pelosok desa.






