Sementara itu, Kepala BNPT RI menekankan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna strategis dan bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, penguatan toleransi dan kerukunan beragama menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ideologi bangsa.
“Ini merupakan investasi sosial jangka panjang. Walaupun beberapa tahun terakhir tidak terjadi aksi terorisme secara langsung, potensi ancaman tetap ada, khususnya melalui propaganda dan rekrutmen secara daring yang menyasar generasi muda,” tegasnya.
Ia menambahkan, BNPT bersama Forkopimda dan aparat keamanan terus mendorong penguatan nilai-nilai toleransi serta membangun sinergi seluruh elemen masyarakat. Desa Sidajaya diharapkan mampu menjadi contoh desa yang tangguh dalam menjaga persatuan dan menangkal masuknya paham radikal.
Sebagai wujud komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata, pemberian bantuan sosial kepada warga, penanaman pohon secara simbolis oleh Kepala BNPT bersama Forkopimda, serta peninjauan jalan oleh Tim BNPT. Acara kemudian ditutup dengan makan siang bersama.
Secara keseluruhan, kegiatan Kerukunan Beragama dan Toleransi melalui FKPT Jawa Barat ini berjalan lancar dan kondusif, serta diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan kewaspadaan terhadap bahaya ekstremisme dan radikalisme.






