“Gerakan ini merupakan bukti nyata bahwa kepedulian LAK Galuh Pakuan terhadap pembinaan olahraga, khususnya tenis meja, tidak hanya menyasar atlet junior dan senior, tetapi juga berhasil menggerakkan partisipasi aktif dari kalangan ibu-ibu di Subang,” ujar Eni.
Ia menjelaskan bahwa suasana ceria dan kebersamaan di lapangan menjadi pemicu utama terbentuknya GPII.
“Semangat kebersamaan dan kegembiraan di lapangan menjadi pemicu utama terbentuknya gerakan ini,” imbuhnya.
Dampak Positif GPII
• Kesehatan dan Rekreasi: Menjadi ruang berolahraga ringan namun efektif untuk menjaga kebugaran, refleks, dan koordinasi tubuh.
• Wadah Sosial: Menguatkan tali persaudaraan dan menjadi ruang berbagi informasi bagi para ibu dari berbagai wilayah.
• Dukungan Keluarga: Mendorong terbentuknya budaya olahraga positif di lingkungan rumah tangga.
Dengan semangat yang tumbuh dari komunitas hingga keluarga, GPII diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi contoh komunitas olahraga inklusif di Subang.
Menutup keterangannya, Eni menyampaikan rasa terima kasihnya.”Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Galuh Pakuan yang telah memfasilitasi kegiatan Minggu Ceria hingga kami GPII bisa ikut serta,” pungkasnya.
Acara “Minggu Ceria” pun berhasil menciptakan lebih dari sekadar kompetisi, ia menghadirkan ruang kebersamaan, semangat olahraga, dan lahirnya komunitas baru yang membawa energi positif bagi masyarakat Subang.






