“Saya putuskan silakan dibangun oleh Pemda Subang saja. Saya tidak akan bangun,” kata Dedi.
Ia bahkan mempersilakan Pemkab Subang menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) jika tetap ingin merealisasikan jembatan tersebut.
“Dari BTT anggarkan saja bangun jembatan itu. Saya terserah warga mau suka atau tidak. Ini sikap saya,” tandasnya.
Dedi menutup pernyataannya dengan nada tegas namun dingin. Ia menegaskan bahwa komitmen pembangunan harus dibarengi dengan kesadaran menjaga, bukan sekadar menunggu bantuan provinsi.
Menariknya, Dedi juga menyebut bahwa secara personal ia tinggal di Subang. Namun, hal itu tidak membuatnya lunak dalam mengambil keputusan.
“Walaupun saya tinggal di Subang, saya tidak bisa terus-terusan mengalokasikan biaya pada tempat yang tidak punya keinginan untuk menjaga fasilitas,” pungkasnya.
Unggahan ini pun memicu beragam reaksi warganet. Sejumlah warga menyalahkan Sekda Subang, Asep Nuroni karena tidak merespon laporan dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atas tambang ilegal.






