Indonesia Kian Dilirik Investor, Seminar di Singapura Soroti Kolaborasi Patimban–Subang Smartpolitan sebagai Mesin Efisiensi Logistik Baru

Indonesia Kian Dilirik Investor, Seminar di Singapura Soroti Kolaborasi Patimban–Subang Smartpolitan sebagai Mesin Efisiensi Logistik Baru. (Foto: Istimewa)

SINGAPURA, BuletinJabar.com — Daya tarik Indonesia sebagai pusat pertumbuhan industri dan logistik kembali menjadi sorotan dalam seminar internasional bertajuk “Enhancing Logistic Efficiency for Manufacturing in Indonesia” yang digelar di kantor Drew & Napier, Singapura. Acara ini menjadi etalase kolaborasi lintas sektor antara Subang Smartpolitan, Drew & Napier, Makarim & Taira S., dan UOB Indonesia, serta didukung oleh PT Patimban Global Gateway Terminal (PGT) dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Singapura.

Sejak sesi pembukaan, panitia menekankan bahwa minat investor global terhadap Indonesia terus meningkat. Data terbaru Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan arus investasi asing yang kian menguat. Singapura, Hong Kong, dan Tiongkok tetap menduduki posisi utama sebagai penyumbang investasi terbesar, dengan Singapura mempertahankan statusnya sebagai investor nomor satu selama tiga tahun berturut-turut. Rata-rata kontribusi Singapura mencapai 31 persen per tahun, dengan pertumbuhan investasi mencapai CAGR 22,9 persen.

Komitmen pemerintah Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi menjadi pembahasan utama dalam sesi Keynote Speech. Direktur Promosi ASEAN dan Australia dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menegaskan, Indonesia di kepemimpinan Presiden Prabowo, memiliki target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2028, mencapai 7 hingga 8 persen. Memudahkan investor dan downstream industri adalah cara yang paling efektif untuk mencapainya. Kolaborasi Pemerintah dan Kawasan Industri merupakan salah satu cara untuk mempercepat investor dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Direktur IIPC Singapura, Andria Buchara, yang menyoroti perbaikan kebijakan dan efisiensi logistik yang tengah digencarkan pemerintah.

“Pengembangan koridor industri-logistik, peningkatan kapasitas pelabuhan, serta digitalisasi layanan perizinan dan rantai pasok menjadi prioritas untuk memastikan keandalan operasional bagi investor,” ujarnya.

Tidak hanya berbicara tentang kebijakan, seminar ini juga menampilkan pembahasan strategis mengenai integrasi infrastruktur. Kolaborasi Pelabuhan Patimban dan Subang Smartpolitan menjadi fokus utama karena dinilai mampu memperkuat rantai pasok nasional dan menjadi model kawasan industri masa depan. Kevin Tan, Head of Logistics Sector Solutions Group UOB, menegaskan pentingnya ekosistem yang saling terhubung untuk mendukung pertumbuhan manufaktur di Indonesia.

Komitmen tersebut turut dikuatkan oleh Harapman Kasan, Wholesale Banking Director UOB Indonesia. Ia menyatakan Kolaborasi pihaknya dengan Subang Smartpolitan dan Patimban Global Gateway Terminal mencerminkan komitmen UOB Indonesia dalam mendukung investor asing melalui jaringan regional dan keahlian FDI Advisorynya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *