“Jangan coba-coba datang ke saya gegembolan bawa duit. Justru nu kitu moal dipilih ku saya,” tegasnya.
Lebih jauh, Reynaldy mengungkap fakta mengejutkan. Ia mengaku sengaja tidak berada di rumah dinas dalam beberapa hari terakhir karena mengetahui adanya pergerakan oknum yang berkeliling membawa uang untuk melobi jabatan kepala dinas.
“Saya buka aja ini, saya buka ke semua, beberapa hari lalu sebelum saya melantik ini. Makanya saya beberapa hari lalu gak ada di rumdin, karena ada orang yang keliling-keliling bawa uang pengan jadi kepala dinas. Nominalnya Rp500 juta,” jelasnya.
Pengakuan ini menambah daftar pernyataan keras Reynaldy dalam menolak praktik suap dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Sebelumnya, ia juga secara terbuka menegaskan agar para pejabat menyogoknya dengan prestasi, bukan dengan uang.
Sikap tegas tersebut menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinannya, jalur menuju jabatan strategis di Pemkab Subang tidak lagi bisa ditembus dengan amplop tebal, melainkan harus melalui kinerja, kompetensi, dan proses seleksi yang sah.






