“Direktorat Jasa TIK diberi amanat untuk meningkatkan nilai tambah terhadap kekayaan intelektual yang dimiliki para pegiat ekraf. Dalam bentuk fasilitasi terhadap badan usaha melalui kegiatan Business Forum Program SIAP tentu sudah dilakukan inkubasi berdasarkan open bidding dan kurasi yang terus didorong supaya startup-startup ini diharapkan berkembang ke tahap akselerasi sehingga menjadi badan usaha yang lebih mandiri ke depan,” jelas Direktur Jasa TIK, Abdul Malik.
Forum ini diikuti oleh perwakilan 20 badan usaha dari Aceh, 75 badan usaha dari Jawa Barat, serta peserta dari provinsi lain seperti Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Mengusung tema “Investing in Digital Acceleration: Kolaborasi Menuju Ekonomi Berbasis Digital”, kegiatan ini juga menjadi sarana penyampaian arah kebijakan digital pemerintah pusat dan daerah.
“Nilai investasi sektor ekraf menyumbang Rp 44 triliun di Jawa Barat. Ditambah 50,7 juta jiwa dari Jawa Barat siap menjadi pasar yang sangat besar sehingga bisnis apapun pasti menjanjikan. Tentu kami berharap pegiat-pegiat ekraf bisa terus melakukan inovasi produk sehingga kualitasnya mampu bersaing,” ungkap Budi Kurnia, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, acara ini turut dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Sabartua Tampubolon, Direktur Gim Luat Sihombing, Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan, serta jajaran pimpinan bisnis, lembaga keuangan, venture capital, dan para pegiat ekonomi kreatif dari berbagai subsektor.






