Bahkan, para Ketua Pengcab harus berupaya keras secara pribadi untuk memastikan atlet tetap bisa bertanding.
“Konsekuensi memang saya prihatin, saya sedih, melihat para Ketua Pengcab ini, ada yang pinjam ke Bank, ada yang gadaikan motor, ada yang pinjam ke bank emok, dan lain sebagainya, mereka melakukan usaha masing-masing demi menjalankan amanah, tanggung jawab terhadap para atlet mewakili Pemkab Subang,” jelasnya.
Meski begitu, para pengurus tetap optimistis karena dukungan anggaran sebenarnya sudah tercatat dalam dokumen resmi.
“Mereka sudah tahu hasil verifikasi KONI dan Disparpora Subang sebagai leading sektor, bahwa KONI Subang itu diberikan dukungan anggaran oleh pak Bupati sebesar Rp6,75 miliar. Dan itu sudah ditetapkan menjadi dokumen pelaksanaan kegiatan (DPA) di Disparpora. Jadi kalau sudah menjadi DPA sebuah OPD semua pihak termasuk di dalamnya ketua Pengcab merasa yakin bahwa itu adalah sudah menjadi haknya para ketua cabor, para atlet lewat KONI,” imbuhnya.
Mengakhiri wawancara, Ujang menegaskan target utama KONI Subang pada Porprov mendatang. “Target kita itu mempertahankan 7 besar di tingkat Provinsi Jawa Barat. Kita sebetulnya prestasi itu tidak bisa dipungkiri berbanding lurus dengan besarnya anggaran. Namun di pihak lain kita mendorong atlet daerah untuk bertanding di event tingkat Provinsi Jawa Barat. Sehingga memaksimalkan prestasi walaupun uang hibahnya minimal,” pungkasnya.
Dengan tekad kuat para atlet dan dedikasi para pengurus cabang, KONI Subang berharap mampu kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah olahraga Jawa Barat.






