SUBANG, BuletinJabar.com – diguncang tragedi mematikan. Sembilan warga dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya masih berjuang antara hidup dan mati setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan di wilayah Kota Subang. Polres Subang bergerak cepat dan berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peredaran miras oplosan jenis Vodka BigBoss (Gembling) yang dicampur dengan minuman energi sachet.
Peristiwa memilukan ini terungkap setelah sejumlah warga mengalami gejala keracunan berat usai mengonsumsi miras oplosan pada Senin, 9 Februari 2026. Dalam hitungan jam, korban mulai merasakan mual hebat, muntah, pusing, gangguan penglihatan hingga sesak napas dan penurunan kesadaran. Para korban sempat dilarikan ke RSUD Ciereng Subang dan RS PTPN Subang, namun nyawa sembilan orang tak tertolong.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat jajarannya begitu laporan keracunan diterima.
“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan. Tim Unit Jatanras Satreskrim bersama Satresnarkoba Polres Subang bergerak cepat hingga berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peredaran miras oplosan tersebut,” ujar Kapolres.
Dari empat orang yang diamankan, dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah HS (49), yang diduga berperan sebagai pemasok miras jenis Vodka BigBoss (Gembling) di wilayah Subang, serta JM (50), pemilik toko yang menjual miras tersebut kepada para korban. Sementara itu, dua orang lainnya yakni PNM (29) dan EH (18) masih berstatus sebagai saksi dan menunggu hasil gelar perkara lanjutan.
Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa miras oplosan tersebut dikonsumsi di beberapa lokasi berbeda di wilayah Kota Subang. Efek racun baru terasa beberapa jam setelah dikonsumsi, membuat kondisi para korban memburuk secara drastis.
Hingga Kamis, 12 Februari 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai sembilan orang. Tiga korban lainnya masih menjalani perawatan intensif dengan pengawasan ketat tim medis.






