SUBANG, BuletinJabar.com — Program riset mahasiswa Universitas Islam Bandung (UNISBA) kembali menorehkan dampak positif bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNISBA, Universal Volunteer Indonesia (UVI), dan PKK Desa Kiarasari, kegiatan riset bertajuk Program Riset Mahasiswa Berdampak ini menghadirkan inovasi pengolahan sampah organik menggunakan teknologi bata terawang. Program ini juga mendapat pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang.
Kegiatan riset telah berjalan sejak awal Oktober 2025 dan meliputi beberapa tahap, mulai dari sosialisasi hingga pembuatan tujuh unit media bata terawang lima unit berlokasi di Sekretariat UVI dan dua unit lainnya di area belakang Kantor Desa Kiarasari.
Puncak kegiatan berlangsung hari ini melalui sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) pengoperasian bata terawang bagi masyarakat, anggota UVI, dan mahasiswa UNISBA yang didampingi langsung oleh para dosen pembimbing.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari PKM Jatireja, PKM Compreng, serta tim DLH Subang yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya kolaboratif tersebut.
Perwakilan DLH Subang, Cece Rahman, menyampaikan apresiasi atas peran aktif civitas akademika UNISBA yang mampu memberdayakan komunitas lokal dalam upaya pengelolaan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi dosen dan mahasiswa UNISBA yang menjadikan Desa Kiarasari sebagai lokasi risetnya. Program ini bukan hanya akademik, tetapi juga nyata memberdayakan komunitas pegiat lingkungan seperti UVI dan PKK,” ujar Cece, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan, pengolahan sampah organik kering dan sampah dapur menjadi kompos akan mendukung pengembangan pertanian organik dan pangan tambahan bagi penyintas stunting di wilayah tersebut.





