“Yang tidak ada bangku itu ada 2 kelas, kemarin bekas renov ambruk jadi rusak. Cuma ada beberapa yang,” kata Fajar.
Fajar menyebut total ada 2 kelas yang muridnya belajar di lantai, yaitu kelas 3 dan kelas 4.
“Belajarnya lesehan, totalnya kelas 4 ada 22, kelas 3 ada 15 murid. Kemarin saat ambruk baru diperbaiki atapnya saja,” jelasnya.
Pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun dinas terkait untuk segera menyalurkan bantuan, khususnya meja dan kursi belajar, serta perbaikan gedung sekolah yang rusak.
Para murid pun hanya bisa berharap agar sekolah mereka segera mendapatkan bantuan sehingga mereka bisa kembali belajar dengan nyaman dan layak, seperti siswa sekolah lainnya.






