Mudik 2026, Dinkes Subang Hadirkan Layanan Akupresur dan Sistem Pelaporan Digital Real-Time

Mudik 2026, Dinkes Subang Hadirkan Layanan Akupresur dan Sistem Pelaporan Digital Real-Time. (Foto: Ilustrasi/ BuletinJabar.com)

SUBANG, BuletinJabar.com – Ada yang berbeda dalam pelayanan mudik Lebaran 1447 H / 2026 di Kabupaten Subang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang tidak hanya menyiagakan layanan medis darurat, tetapi juga memperkenalkan inovasi pelayanan kesehatan tradisional serta digitalisasi pelaporan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Dwinan Marchiawati, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menghadirkan layanan akupresur dan penyediaan ramuan herbal/jamu di pos-pos kesehatan tertentu. Langkah ini diambil untuk memberikan relaksasi bagi pemudik yang mengalami kelelahan selama perjalanan jauh.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini kami mengintegrasikan pelayanan kesehatan konvensional dengan pelayanan kesehatan tradisional. Kami menyediakan layanan akupresur dan ramuan herbal bagi para pelaku perjalanan agar mereka bisa kembali bugar sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar kepada BuletinJabar.com, Rabu (11/3/2026).

Untuk mendukung inovasi ini, Dinkes melibatkan mitra dari asosiasi penyehat tradisional guna memastikan layanan yang diberikan sesuai dengan standar kesehatan.

Selain inovasi layanan fisik, Dinkes Subang juga melakukan lompatan digital dalam sistem pemantauan. Seluruh petugas di 10 Pos Kesehatan PSC diwajibkan menggunakan sistem pelaporan Digital Food Objective (DFO) melalui Google Form yang telah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Setiap selesai jam jaga, petugas wajib melaporkan data layanan kesehatan, kejadian kecelakaan, hingga surveilans penyakit secara real-time. Kami juga mengoptimalkan peran PSC 119 dan grup koordinasi WhatsApp untuk memastikan respon cepat terhadap setiap keadaan darurat di jalur mudik maupun area wisata,” tegas dr. Dwinan.

Sistem digital ini diharapkan dapat memberikan data akurat bagi pengambil kebijakan untuk melakukan evaluasi harian selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung hingga 31 Maret 2026. Dengan perpaduan layanan tradisional yang menenangkan dan sistem digital yang responsif, Dinkes Subang optimis dapat mewujudkan target mudik yang aman, sehat, dan selamat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *