SUBANG, BuletinJabar.com – Isu nepotisme yang kerap menghantui pelantikan pejabat daerah dipatahkan langsung oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi. Dalam pelantikan delapan Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Jumat (09/01/2026), Kang Rey justru mengungkap fakta mencolok, bahwa tiga saudaranya sendiri tidak lolos seleksi open bidding.
Pelantikan yang digelar di Amphitheater Alun-Alun Kabupaten Subang itu menjadi penegasan bahwa proses seleksi jabatan strategis dilakukan secara terbuka, transparan, dan berprinsip zero rupiah. Delapan pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi panjang selama dua bulan oleh panitia seleksi (pansel), tanpa intervensi kepala daerah.
Delapan pejabat tersebut adalah Enang Supriatna, S.IP., MM sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Subang; Andri Mulya Priatna, ST., MT sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup; Deni Achmad Abdul Rahman, S.STP sebagai Kepala Dinas Pertanian; Saeful Arifin, S.Kep., M.Si sebagai Kepala Dinas Sosial; Agung Nugroho, S.Sos sebagai Kepala Dinas Perikanan; H. Ahmad Amin, ST., M.Si sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang; Filbert Gunadi Hasiguan, SSTP., M.Si sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran; serta Indratno Bayuaji, ST., M.E sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Dalam sambutannya, Kang Rey menekankan bahwa para pejabat yang dilantik benar-benar lolos dari proses seleksi yang ketat.“Selamat kepada 8 pejabat yang memgemban amanah baru. Saya tegaskan di sini bahwa 8 orang yang saya lantik hari ini sudah melakui tes dan seleksi yang dilakukan 2 bulan terakhir,” ujarnya.
Pernyataan paling tajam disampaikan Kang Rey saat menyinggung langsung keluarganya sendiri. Ia menepis anggapan adanya titipan jabatan, bahkan mengungkap bahwa tiga kerabatnya gagal karena nilai seleksi yang tidak memenuhi standar.
“Saya tidak ada kepentingan dengan 8 orang di depan ini. Selama proses seleksi saya tegaskan, saya tidak pernah menitipkan siapapun dari 8 orang ini. Kepentingan Saya hari ini adalah membawa Kabupaten Subang lebih baik lagi. Ada 3 saudara saya yang ikut open bidding tapi nilainya jelek dan tidak saya titipkan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan, mengingat praktik titipan keluarga kerap menjadi isu sensitif dalam birokrasi daerah. Kang Rey menegaskan bahwa seluruh keputusan pengangkatan pejabat sepenuhnya berdasarkan rekomendasi pansel dan hasil wawancara akhir.
“Hari ini di Pemerintah Daerah Kabupaten Subang rotasi mutasi itu sesuai dengan aturan dan ditempuh dengan cara normatif. Apakah saya pernah minta atau mereka memberi. Semua ini saya pilih sesuai rekomendasi pansel dan wawancara terakhir,” katanya.






