“Kami tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi memastikan masyarakat bisa menikmati kegiatan dengan happy dan aman. Sinergi dengan suporter yang dewasa dan bertanggung jawab terbukti menciptakan situasi kondusif,” jelasnya.
Senada, Kapolsek Patokbeusi Kompol Anton Indra Gunawan menambahkan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pra-pertandingan hingga pendampingan di lokasi nobar.
“Koordinasi sejak H-1 sangat menentukan. Kami petakan potensi kerawanan dan lakukan antisipasi. Hasilnya, nihil gangguan,” tegasnya.
Keberhasilan menjaga suasana damai El Clasico di Subang pun menuai apresiasi luas. Banyak pihak menilai, model pengamanan dan komunikasi yang diterapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola pertandingan besar.
Subang telah membuktikan satu hal penting: rivalitas di lapangan hijau tak harus berujung konflik di luar lapangan. Dengan komunikasi, kedewasaan suporter, dan penegakan keamanan yang profesional, sepakbola justru bisa menjadi perekat persaudaraan. El Clasico boleh panas, tapi Subang memilih tetap adem.






