SUBANG, BuletinJabar.com – Pemandangan tak biasa terlihat di jalur Pantura Ciasem, Kabupaten Subang, Minggu siang. Di tengah padatnya arus kendaraan pemudik, sebuah bajaj berwarna biru tampak melaju menyelip di antara sepeda motor dan mobil pribadi yang menuju arah timur.
Meski pemerintah telah menyediakan berbagai moda transportasi umum untuk memfasilitasi masyarakat pulang kampung, semangat mudik dengan cara unik masih terlihat. Salah satunya dilakukan oleh Badri, seorang pemudik asal Jakarta yang nekat membawa keluarganya menggunakan bajaj menuju kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah.
Suara bising mesin dua tak dan kepulan asap tipis menjadi ciri khas kendaraan roda tiga itu saat membelah kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Subang. Kendaraan yang biasanya hanya digunakan untuk jarak pendek di perkotaan itu justru dipakai Badri untuk menempuh perjalanan ratusan kilometer.
Badri mengaku sengaja menggunakan bajaj yang sehari-hari menjadi kendaraan operasionalnya untuk mudik karena dinilai lebih hemat biaya dibandingkan menggunakan bus atau travel.
“Saya pilih pakai bajaj karena lebih hemat. Kalau naik bus atau travel biayanya lebih besar. Pakai bajaj juga enak, kalau capek bisa berhenti istirahat kapan saja di jalan,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).







