SUBANG, BuletinJabar.com – Sebuah insiden brutal terjadi di depan SMPN 1 Cibogo, Kabupaten Subang, Sabtu (11/10/2025) dini hari. Seorang remaja laki-laki ditemukan terkapar bersimbah darah, dengan senjata tajam masih tertancap di dada. Korban adalah Ridho Permana (15), pelajar asal Kampung Citereup, Desa Cinangsi, Kecamatan Cibogo.
Ia kini tengah berjuang antara hidup dan mati di RS Welas Asih Subang setelah sebelumnya mendapat perawatan awal di RSUD Subang.Yang membuat publik lebih terhenyak, sebanyak 10 anak di bawah umur telah diamankan aparat Polres Subang.
Mereka diduga terlibat langsung dalam aksi penusukan tersebut. Fakta ini tidak hanya menyentak kesadaran, tetapi juga mengundang tanya besar, sedang apa anak-anak ini di jalan saat dini hari, membawa senjata tajam, dan siap melukai sesamanya?Menyusul kabar yang sempat viral dan simpang siur, polisi langsung meluruskan.
“Ini bukan aksi genk motor seperti yang ramai di medsos,” tegas Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun.
Menurutnya, insiden berdarah ini adalah hasil dari tawuran yang dipantik oleh saling tantang lewat media sosial. “Mereka janjian, saling pancing lewat akun-akun admin. Tawuran ini terjadi karena dorongan eksistensi dan ego kelompok,” tambahnya.
Motif yang terkesan sepele, namun akibatnya fatal. Seorang remaja luka berat, sepuluh anak lain kini berurusan dengan hukum, dan orang tua pun harus sadar bahwa scrolling malam hari bisa berubah jadi duel berdarah di jalanan.





