SUBANG, BuletinJabar.com – Di tengah genangan banjir yang melanda wilayah Pamanukan, aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan jajaran Polres Subang. Seorang warga lanjut usia yang sakit stroke berhasil dievakuasi dari rumahnya yang terendam banjir oleh Kapolsek Pamanukan bersama personel, Jumat (30/01/2026).
Korban diketahui bernama Ibu Tasriah (75), warga Kampung Dukun, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan. Ia terjebak banjir dalam kondisi sakit dan tidak mampu menyelamatkan diri tanpa bantuan.
Mendapat laporan dari warga sekitar, Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin bersama anggotanya langsung bergerak cepat menuju lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi korban yang lemah serta akses menuju rumah yang tergenang air.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Terlebih korban merupakan lansia yang sedang sakit, sehingga membutuhkan penanganan cepat,” ujar AKP Udin Awaludin di sela kegiatan evakuasi.
Evakuasi berlangsung dramatis namun terkendali. Petugas harus menembus genangan air untuk mencapai rumah korban sebelum akhirnya membawa Ibu Tasriah menuju lokasi pengungsian yang lebih aman. Di tempat tersebut, korban langsung mendapat penanganan dan pendampingan lanjutan.
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono agar seluruh jajaran sigap membantu masyarakat dalam situasi darurat, khususnya saat bencana alam terjadi.
“Kami terus menginstruksikan seluruh jajaran agar responsif terhadap setiap permasalahan masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana. Polri harus selalu hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas AKBP Dony Eko Wicaksono.
Berkat kesigapan aparat, proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Kehadiran polisi di tengah bencana pun kembali dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Aksi ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Subang dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri, terutama saat masyarakat berada dalam kondisi paling rentan.






