“Kegiatan ini adalah investasi sosial jangka panjang. Meski beberapa tahun terakhir tidak terjadi aksi terorisme secara langsung, ancaman masih ada, terutama melalui propaganda dan rekrutmen secara daring yang banyak menyasar generasi muda,” tegas Kepala BNPT.
Ia menambahkan, BNPT bersama Forkopimda dan aparat keamanan terus mendorong penguatan nilai-nilai toleransi serta sinergi seluruh elemen masyarakat. Desa Sidajaya diharapkan dapat menjadi contoh desa tangguh yang mampu menjaga persatuan dan menangkal masuknya paham radikal.Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata, pemberian bantuan sosial kepada warga, penanaman pohon secara simbolis oleh Kepala BNPT bersama Forkopimda, serta peninjauan jalan oleh Tim BNPT. Acara kemudian ditutup dengan makan siang bersama sebagai simbol kebersamaan.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menyatakan bahwa Polres Subang siap mendukung penuh program pencegahan terorisme melalui pendekatan yang humanis dan kolaboratif.
“Kami berkomitmen mendukung upaya pencegahan terorisme dengan pendekatan edukatif dan persuasif, agar situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Subang tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, kegiatan Kerukunan Beragama dan Toleransi melalui FKPT Jawa Barat ini berlangsung lancar dan kondusif. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan serta kewaspadaan terhadap bahaya paham ekstremisme dan radikalisme.






