“Kami melihat, ketika anak-anak ini mendapatkan musibah, kita juga memberikan semacam edukasi, permainan, dan hal-hal yang menyenangkan buat mereka,” lanjutnya.
AKP Udin menambahkan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif jajaran kepolisian, namun ia berharap lebih banyak pihak ikut terlibat membantu pemulihan psikologis para pengungsi.
“Selama ini mereka tinggal di pengungsian ini juga merasakan kejenuhan, sehingga dengan adanya polwan yang dilatih untuk trauma healing ini, mudah-mudahan dapat membangkitkan semangat mereka lagi,” katanya.
Senyum kebahagiaan juga terpancar dari wajah Kevin Pratama (9), anak dari salah satu pengungsi. Dengan polos ia mengaku senang bisa bermain bersama teman-temannya.
“Tadi seru, bisa nyanyi sama kakak polisi main oray-orayan. Dapat biskuit juga,” ucapnya sambil memeluk biskuit yang baru diterimanya.
Kegiatan sederhana itu menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, perhatian kecil dan kehangatan bisa memberi dampak besar, terutama bagi anak-anak yang sedang berusaha memahami situasi sulit yang mereka alami.






