Lebih lanjut, Ahmad menegaskan bahwa PT Dahana memiliki pengalaman luas dalam penanganan pemusnahan bahan peledak, baik untuk sektor migas maupun pertambangan. Layanan tersebut mencakup penilaian risiko, perencanaan teknis, hingga pelaksanaan pemusnahan di lokasi yang sesuai dengan standar keamanan tinggi.
Selama lebih dari 10 tahun menjalankan layanan pemusnahan bahan peledak, Dahana telah dipercaya oleh berbagai perusahaan besar nasional maupun internasional seperti Pertamina, Halliburton, PetroChina, Schlumberger, Baker, Petrogas, Total Oil, hingga Medco.
“Sebagai perusahaan kiblat bahan peledak Indonesia, kami selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja serta meminimalisir risiko lingkungan. Dengan SDM yang handal dan berpengalaman, serta track record panjang kami dalam melayani pemusnahan bahan peledak perusahaan besar, Dahana adalah partner yang tepat untuk pemusnahan bahan peledak,” tegas Ahmad.
Rapat kerja tahun ini mengusung tema “Transformasi Pengamanan Hulu Migas: Grand Design Pengamanan Hulu Migas Melalui Sinergi Teknologi, Pemberdayaan Masyarakat, Intelijen dan Sustainability untuk Ketahanan Energi Nasional.” Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan SKK Migas, para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), serta perwakilan dari berbagai lembaga pertahanan dan keamanan nasional.
Dengan partisipasinya dalam forum strategis ini, PT Dahana memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya dalam pengelolaan bahan peledak yang aman, efisien, dan ramah lingkungan, mendukung tercapainya ketahanan energi nasional melalui inovasi dan tanggung jawab industri.






