Ia memastikan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar. Pemantauan harga, kata dia, dilakukan secara berkala dengan dukungan data mingguan dari BPS serta operasi pasar rutin oleh Bulog.
“Kami sepakat akan terus memonitor perkembangan harga. Teman-teman dari Bulog juga rutin melakukan operasi pasar setiap minggu dan dipantau. Kalau ada peningkatan yang cukup tinggi, seperti cabai atau minyak goreng, kita akan lakukan intervensi melalui operasi pasar. Selain itu, pemerintah juga akan melaksanakan bazar, Gerakan Pasar Murah, dan Operasi Pasar Murah yang direncanakan pada hari Minggu, 15 Februari 2026. Bulog juga setiap hari Minggu melalui kegiatan CFD melaksanakan gelar produk dengan harga di bawah pasar,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan pengawasan pemerintah, Memet juga mengajak masyarakat Subang untuk ikut berperan aktif menjaga stabilitas harga dan ketertiban selama Ramadhan.
“Kami harapkan masyarakat Subang menjaga ketenteraman dan ketertiban serta fokus beribadah. Kalau ada kenaikan harga yang dianggap terlalu drastis, segera informasikan kepada kami agar bisa langsung diantisipasi. Jadi bukan hanya pemerintah yang memantau, masyarakat juga ikut mengawasi,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang dan khusyuk.






