“Saya ucapkan terima kasih pada Bupati Subang yang sudah menyediakan tempat, meja, dan buah-buahan di meja. Hari ini ada efisiensi Pemerintah Provinsi untuk tidak mengeluarkan biaya makan minum,” ucapnya.
Gubernur yang akrab disapa KDM tersebut menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi pengingat bersama bagi seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola keuangan dan aset.
“Tapi satu, ini mengingatkan kita untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan keuangan dengan baik,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset untuk mendukung pelayanan publik, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur. Menurutnya, besarnya aset negara harus sebanding dengan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Seluruh aset itu saya harap memiliki manfaat bagi kegiatan pelayanan publik. Anggaran negara bukan hanya sekadar belanja, tapi investasi bagi masa depan,” tegasnya.
Sebagai tuan rumah, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyambut baik sinergi antara KPK, Kementerian Keuangan, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong tata kelola aset yang transparan dan akuntabel. Penyelenggaraan kegiatan nasional di Subang ini menjadi simbol kepercayaan sekaligus komitmen bersama dalam memperkuat integritas pemerintahan daerah.
Momentum tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Subang dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik, seiring langkah kolaboratif bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengoptimalkan pengelolaan aset dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, jajaran Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kepala KPKNL Jakarta III, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, para kepala daerah kabupaten/kota penerima hibah, serta unsur TNI.






