Kang Rey pun mengajak seluruh unsur di Kabupaten Subang untuk memandang pelestarian lingkungan sebagai investasi jangka panjang demi masa depan daerah.
“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Ini adalah investasi karena lingkungan yang bersih menciptakan Subang yang lebih sehat dan tertata”tegasnya.
Ia kembali menekankan agar gerakan kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi budaya sehari-hari dalam kehidupan kerja dan bermasyarakat.
“Kebersihan harus jadi budaya, tertib nyaman mendukung Indonesia ASRI. Jangan hanya seremonial tapi setiap hari setiap OPD bisa menjaga kebersihan minimal di lingkungan masing-masing,”paparnya.
Secara khusus, Kang Rey memberikan perhatian kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang agar mampu menjadi teladan bagi OPD lainnya dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja.
“Khusus DLH, tolong ditata betul, karena DLH-nya kotor apalagi yang lain,” )ungkas Kang Rey.
Usai pelaksanaan apel, Bupati Subang Kang Rey bersama Wakil Bupati Subang Kang Akur dan jajaran Forkopimda Kabupaten Subang melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik dalam rangka pelaksanaan program Jumat Bersih.
Rute peninjauan dimulai dari Wisma Karya, Jalan Otista, Perempatan Wesel ke kanan, Jalan Tubun, hingga titik terakhir di Bidang Pertamanan Perempatan Wisma Karya. Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey dan Kang Akur juga menyempatkan diri mengunjungi Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas PUPR Kabupaten Subang untuk memastikan kondisi lingkungan kantor tetap bersih dan terawat.
Di Bidang Pertamanan, Kang Rey turut menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedy Mulyadi, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pembangunan lingkungan di Jawa Barat.






