“Pengobatan langsung di lokasi sangat penting agar penyakit tidak berkembang menjadi lebih berat. Tim kami melakukan pemeriksaan, pemberian obat, edukasi kesehatan, dan pemantauan lanjutan bagi warga yang kondisinya membutuhkan perhatian khusus,” tambahnya.
Aksi jemput bola ini mendapat respons positif dari warga Dusun Galian. Di tengah keterbatasan dan kepungan air, kehadiran tenaga medis menjadi harapan sekaligus bukti bahwa mereka tidak dibiarkan menghadapi bencana sendirian.
Dinas Kesehatan Subang memastikan layanan kesehatan darurat akan terus berlanjut selama dampak banjir masih dirasakan, sembari berkoordinasi dengan puskesmas dan lintas sektor untuk mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) pascabanjir.
Di saat banyak jalur terputus dan aktivitas lumpuh, dokter naik perahu menjadi simbol nyata: pelayanan kesehatan tak boleh berhenti, bahkan ketika air menguasai daratan.






