SUBANG, BuletinJabar.com — Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menerima audiensi Badan Pengelola Kawasan Rebana Provinsi Jawa Barat di Rumah Dinas Bupati, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi Kabupaten Subang sebagai pusat industri di kawasan Rebana.
Pengembangan kawasan Rebana yang mencakup tujuh kawasan industri dan puluhan tenant dinilai sebagai peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan investasi, serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Subang.
Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmy Yahya, menjelaskan bahwa pengelolaan koridor ekonomi Rebana merupakan terobosan penting dalam pembangunan kawasan metropolitan berbasis perencanaan terintegrasi di Jawa Barat.
“Inovasi Jawa Barat mengelola koridor ekonomi baru telah menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memiliki badan pengelola kawasan metropolitan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan tidak bisa dilakukan secara sporadis, melainkan harus dirancang dengan matang dan terarah.
“Perkembangan Kabupaten Subang sebagai bagian koridor ekonomi masa depan Jawa Barat harus dibangun by design, bukan melulu berkelanjutan,” jelasnya.
Helmy Yahya juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Subang menjadi daerah yang paling diminati investor dibandingkan wilayah lain di kawasan Rebana.
“Dari tujuh kabupaten/kota, Subang paling banyak diminati oleh investor,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Tenaga kerja harus link and match dengan kebutuhan industri, termasuk di Subang,” tegasnya.







