Pembunuhan Sadis di Cipeundeuy Subang Terungkap, Polisi Beberkan Motif Pelaku

Pembunuhan Sadis di Cipeundeuy Subang Terungkap, Polisi Beberkan Motif Pelaku. (Foto: BuletinJabar.com)

SUBANG, BuletinJabar.com – Misteri pembunuhan sadis yang menewaskan Hengky Rumba akhirnya terungkap. Jajaran Polres Subang berhasil menangkap pelaku yang tega menghabisi nyawa korban dan membuang jasadnya di area perkebunan Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pelaku berinisial NW (33) ditangkap di rumahnya di Dusun Cibereum RT 16 RW 07, Desa Wantilan, yang masih satu wilayah dengan lokasi penemuan mayat korban. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan pada Sabtu malam.

Bacaan Lainnya

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengungkapkan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga terkait penemuan mayat dengan luka bacokan di kepala.

“Pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, kami menerima laporan adanya penemuan mayat dengan luka bacok di bagian kepala. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Satreskrim Polres Subang bersama Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan intensif,” ujar AKBP Dony saat konferensi pers, Senin (12/1/2026).

Upaya penyelidikan membuahkan hasil. Tepat seminggu kemudian, polisi berhasil mengamankan pelaku.

“Alhamdulillah, pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 23.45 WIB, tim berhasil mengamankan seorang pelaku di rumahnya dalam keadaan aman dan tanpa perlawanan,” tambahnya.

Kapolres menjelaskan, pelaku yang sehari-hari berprofesi sebagai pencari biawak dan pekerja serabutan itu nekat membunuh korban karena diliputi rasa sakit hati.

Korban diketahui baru pulang mudik Natal dan Tahun Baru dari Klaten, Jawa Tengah, dan meminta dijemput pelaku di Gerbang Tol Kalijati. Permintaan tersebut ditolak pelaku karena kondisi hujan deras, yang kemudian memicu cekcok melalui sambungan telepon.

“Pelaku merasa tersinggung dan emosi setelah korban memarahinya melalui telepon. Dari situlah muncul niat jahat pelaku,” kata Kapolres.

Meski sempat menolak, pelaku akhirnya berangkat menjemput korban menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam miliknya. Namun di tengah perjalanan, korban kembali menelepon dengan nada marah karena merasa pelaku terlalu lama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *