JAKARTA, BuletinJabar.com – Komitmen memperkuat penanganan persoalan sampah dan menghadapi ancaman kemarau panjang di Jawa Barat terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Hal itu terlihat dalam Rapat Koordinasi dan Sinergi Antar Pemangku Kepentingan dalam Penanganan Permasalahan Persampahan serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang (El Nino Godzilla) di Wilayah Jawa Barat yang digelar di Aula A.H. Nasution Lantai 3, Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (04/06/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., hadir didampingi Dandim 0605/Subang Letkol Czi Asep Saepudin, S.E., memenuhi undangan Gubernur Jawa Barat untuk mengikuti forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah daerah dan TNI.
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. Turut hadir para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jawa Barat, para Dandim, serta jajaran Kodam III/Siliwangi.
Sebagai bentuk keseriusan dalam pembahasan isu strategis tersebut, masing-masing kepala daerah turut didampingi dua pejabat yang membidangi urusan persampahan serta sumber daya air dan kekeringan.
Forum koordinasi ini menjadi wadah penguatan sinergi antara TNI Angkatan Darat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong kolaborasi penanganan sampah secara terpadu sekaligus menyusun langkah-langkah mitigasi menghadapi potensi dampak kemarau panjang.
Dalam arahannya, Kasad menegaskan bahwa persoalan sampah kini telah menjadi tantangan nasional yang memerlukan penanganan terpadu dan berkelanjutan. Karena itu, TNI AD menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah serta membantu upaya mitigasi dampak kemarau panjang, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih.
Selain isu persampahan, rapat koordinasi juga memberikan perhatian khusus terhadap prediksi kemarau panjang yang disampaikan BMKG. Berbagai langkah antisipatif dibahas guna meminimalkan dampak kekeringan yang diperkirakan akan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Dalam hal ini, TNI AD menyatakan kesiapan untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat serta melaksanakan berbagai langkah mitigasi lainnya guna mengurangi dampak kekeringan yang mungkin terjadi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas peran aktif TNI AD yang selama ini turut membantu pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan, termasuk penanganan lingkungan hidup. Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan TNI AD menjadi modal penting dalam menghadirkan solusi yang efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Suasana rapat berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan pandangan dari kepala daerah terkait tantangan pengelolaan sampah maupun ketersediaan air bersih di daerah masing-masing. Beragam aspirasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah konkret melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI AD, dan para pemangku kepentingan terkait.
Menutup kegiatan, Kasad kembali menegaskan komitmen TNI AD untuk terus mendukung program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dukungan tersebut mencakup pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, hingga pengembangan berbagai inovasi teknologi yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Turut hadir mendampingi Bupati Subang dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang.






