SUBANG, BuletinJabar.com – Terik matahari belum juga bersahabat ketika Bob Afianto (55) memarkir sepeda motornya di kawasan Jalan R.A Kartini, Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang. Jam menunjukkan mendekati pukul 11 siang. Sejak pukul delapan pagi, pria asal Kelurahan Dangdeur itu sudah berkeliling mengantar penumpang dan pesanan makanan.
Rutinitas itu sudah dijalaninya selama enam tahun terakhir. Bagi Bob, menjadi pengemudi ojek online bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara bertahan hidup di tengah kebutuhan keluarga yang terus berjalan.
Setiap hari, ia berangkat setelah memastikan motornya dalam kondisi prima. Dari pagi hingga menjelang magrib, Bob menyusuri jalanan Kota Subang dengan harapan orderan terus berdatangan. Dalam sehari, pendapatannya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Namun, penghasilan tersebut tidak selalu utuh menjadi miliknya. Ada biaya bensin, kuota internet, hingga kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi.
Tak jarang, demi mengejar orderan, Bob harus menunda makan siang atau memilih menu seadanya agar pengeluaran tidak membengkak.
“Kalau lagi sepi, kadang mikir dulu mau makan apa. Yang penting cukup buat bensin sama kebutuhan di rumah. Nanti makan belakangan,” ujar Bob kepada BuletinJabar.com, Jumat (19/6/2026).
Perjuangan itu dijalani Bob sejak memutuskan menjadi pengemudi ojek online enam tahun lalu. Usia yang tak lagi muda tidak menghalanginya untuk terus bekerja. Baginya, selama tenaga masih ada, roda motor akan terus berputar mencari rezeki.
Di tengah rutinitas tersebut, Bob mengaku merasakan manfaat besar dari program makan siang gratis yang diselenggarakan Polres Subang. Program yang mulai berjalan sejak 18 Desember 2025 itu menjadi angin segar bagi para pengemudi ojek online dan masyarakat yang melintas.
“Alhamdulillah sangat membantu. Jadi uang makan bisa dihemat buat kebutuhan lain. Kadang habis narik dari pagi, pas jam makan siang bisa mampir ke sini,” katanya sambil tersenyum.
Menurut Bob, bukan hanya soal makanan yang didapat, tetapi juga perhatian yang diberikan oleh jajaran kepolisian membuat dirinya merasa dihargai.
“Senang, merasa diperhatikan. Polisi bukan cuma ngatur lalu lintas atau penegak hukum, tapi peduli juga sama kami yang cari nafkah di jalan,” ucapnya.
Hal senada dirasakan Aditya Devi Nugraha (33), warga Kecamatan Pagaden. Setiap hari, pria muda itu sudah mulai mengaktifkan aplikasi sejak pukul tujuh pagi. Aktivitasnya baru berakhir sekitar pukul delapan malam.
Dalam sehari, sebagian besar waktunya dihabiskan di atas sepeda motor. Berpindah dari satu titik ke titik lainnya, menjemput penumpang, mengantar makanan, hingga mengirim barang.
“Kalau ojol itu penghasilannya nggak tentu. Kadang ramai, kadang sepi. Jadi harus pintar mengatur pengeluaran,” kata Aditya.
Ia mengaku mengetahui program makan siang gratis dari sesama rekan pengemudi ojek online. Sejak itu, dirinya rutin memanfaatkan layanan tersebut sekitar tiga kali dalam sepekan.
“Buat saya sangat membantu. Lumayan, seminggu bisa tiga kali makan di sini. Jadi ada penghematan juga. Uang makan bisa dialihkan buat bensin atau kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Aditya mengatakan, menjadi pengemudi ojek online bukan pekerjaan yang ringan. Selain harus menghadapi panas dan hujan, mereka juga dituntut tetap ramah kepada pelanggan, sekalipun kondisi badan sedang lelah.
“Kadang dari pagi belum sempat makan karena ngejar orderan. Pas tahu ada makan siang gratis dari Polres, rasanya terbantu sekali. Setidaknya ada tempat untuk istirahat sebentar sambil makan,” ujarnya.
Baginya, program tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sederhana namun memiliki arti besar bagi para pekerja jalanan.
“Yang paling terasa itu perhatiannya. Kami merasa ada yang peduli dengan perjuangan kami sehari-hari,” katanya.

Program makan siang gratis tersebut merupakan gagasan Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono yang mulai dilaksanakan sejak 18 Desember 2025. Kegiatan berlangsung setiap hari Senin hingga Jumat mulai pukul 11.00 WIB di Jalan R.A Kartini, Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat dan komunitas pengemudi ojek online yang setiap hari bekerja di jalan.
“Program makan siang gratis ini dilaksanakan setiap hari Senin-Jumat pada pukul 11.00 s/d selesai. Mudah-mudahan bisa 200 porsi setiap harinya,” ungkapnya.
Menurutnya, siapa pun yang melintas dan membutuhkan makan siang dapat singgah menikmati hidangan yang telah disiapkan.
“Ini sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat Kabupaten Subang dan seluruh komunitas ojok online. Untuk komunitas ojol dan masyarakat Subang yang lewat diharapkan bisa singgah menikmati hidangan yang disajikan,” katanya.
Lebih jauh, AKBP Dony berharap kehadiran Polri tidak hanya dipandang sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang saling peduli dan menjaga kebersamaan.
“Kami berharap Polri hadir di tengah-tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga bisa memberikan rasa kepedulian terhadap masyarakat Subang. Sehingga masyarakat Subang seluruhnya bisa berkolaborasi dengan Polri khususnya Polres Subang dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
Sepiring nasi hangat di Warung Ojol Makan Siang Gratis Polres Subang mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Bob Afianto dan Aditya Devi Nugraha, ada rasa tenang karena sebagian pengeluaran dapat ditekan, ada jeda sejenak dari kerasnya jalanan, dan yang paling penting, ada keyakinan bahwa perjuangan mereka mencari nafkah tak berjalan sendirian.
Di tengah deru kendaraan dan notifikasi order yang terus berbunyi, perhatian kecil itu menjadi pengingat bahwa kepedulian masih bisa ditemukan, bahkan dari semangkuk makan siang yang disajikan dengan tulus. (Yudy Heryawan Juanda)






