Debit Sungai Cikembang-Citombe Turun 60 Persen, Dirut Perumda TRS : Pasokan Masih Aman

Dirut Perumda TRS Lukman Nurhakim saat meninjau UPA Tanjungsiang. (Foto: YHJ/ BuletinJabar.com)

SUBANG, BuletinJabar.com — Kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak terhadap sumber air baku Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang (Perumda TRS). Debit Sungai Cikembang dan Citombe yang menjadi sumber air Unit Pengolahan Air (UPA) Tanjungsiang dilaporkan terus menyusut.

Penurunan debit bahkan diperkirakan mencapai sekitar 60 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sumber air dari kedua sungai itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 2.500 pelanggan Perumda TRS di Kecamatan Tanjungsiang dan wilayah sekitarnya.

Hal itu terungkap saat Dirut Perumda TRS Lukman Nurhakim meninjau UPA Tanjungsiang yang berada di Desa Buniara, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.

UPA tersebut memiliki kapasitas pengolahan maksimal sekitar 30 liter per detik. Namun, dengan debit sungai yang terus berkurang, proses produksi air bersih kini harus dilakukan secara lebih optimal.

“Sekitar 2.500 pelanggan sangat bergantung kepada kontinuitas dan kondisi air dari sungai yang kami olah,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Menurut Lukman, dalam tiga bulan terakhir penurunan debit sungai cukup drastis. Meski produksi air masih bisa dipertahankan, ketersediaan air baku saat ini dinilai sudah berada dalam kondisi pas-pasan.

“Alhamdulillah masih bisa mencukupi untuk produksi, tetapi memang pas-pasan. Jadi kami harus betul-betul memaksimalkan pengolahan, termasuk mengantisipasi kebocoran,” katanya.

Kondisi tersebut membuat kebocoran jaringan menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan. Sebab, kehilangan air dalam jumlah kecil sekalipun dapat berpengaruh terhadap kontinuitas pelayanan kepada pelanggan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *