SUBANG, BuletinJabar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang menunjukkan komitmen serius dalam membenahi infrastruktur jalan yang selama ini sering dikeluhkan warga. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bupati Subang menyiapkan anggaran fantastis sebesar Rp 175 miliar yang difokuskan untuk perbaikan infrastruktur di 378 titik jalan pada tahun 2026. Namun, besarnya modal pembangunan ini rupanya berbanding terbalik dengan proyeksi penerimaan kas daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor yang diprediksi hanya mampu menyumbang sekitar Rp 90 miliar.
Dalam berbagai kesempatan, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, tak lelah mengingatkan warganya bahwa pembangunan infrastruktur sangat bergantung pada ketaatan masyarakat dalam menunaikan kewajiban. Saat meresmikan ruas jalan penghubung Sukasari-Blanakan di Desa Sukamaju, Reynaldt kembali menegaskan bahwa perbaikan akses jalan tersebut murni dibiayai dari uang pajak masyarakat Subang. Oleh karena itu, ketaatan membayar pajak menjadi kunci utama berjalannya roda pembangunan.
Target Pajak Kendaraan dan Ancaman Kurang Bayar
Ketimpangan antara tingginya biaya pembangunan dan minimnya pasokan kas daerah menjadi tantangan berat bagi Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Subang. Saat ini, target keseluruhan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kabupaten Subang dipatok sebesar Rp 115 miliar, sementara target Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) berada di angka Rp 74,58 miliar.
Dari angka tersebut, melalui skema aturan opsen pajak terbaru, kas daerah Kabupaten Subang hanya akan menerima pembagian sebesar Rp 51 miliar dari PKB dan Rp 39 miliar dari BBNKB. Jika digabungkan, total opsen pajak kendaraan yang masuk ke Kabupaten Subang hanya menyentuh angka Rp 90 miliar. Angka ini tentu masih timpang jika disandingkan dengan anggaran jalan Rp 175 miliar yang dikeluarkan. Belum lagi, mengingat banyaknya warga yang menunggak, target penerimaan sebesar Rp 90 miliar ini bisa saja kurang atau meleset dari ekspektasi pada akhir tahun nanti.
Strategi “Jemput Bola” P3DW Subang
Menyadari potensi melesetnya target tersebut, Kepala P3DW Subang, Endah Fitriah, menerapkan strategi agresif agar tidak terjadi defisit. Ia menekankan pentingnya pelayanan langsung ke masyarakat untuk menjaring kendaraan yang menunggak pajak.
“Abdi di sini sebagai Kepala P3DW tidak fokus ke ruangan. Lebih ke arah kita menggali potensi di lapangan karena Subang itu luas, 30 kecamatan,” ungkap Endah.
Banyaknya tunggakan disinyalir karena rentang geografis Subang yang sangat luas, sehingga warga di daerah perbatasan malas mendatangi Samsat Induk. Untuk menyiasati hal ini, P3DW kini masif menerjunkan Mobil Samsat Keliling hingga ke titik terjauh.
“Untuk hari Kamis kemarin kita di Pabuaran dapat tembusnya itu sekitar 39 juta. Karena yang bayar itu wajib pajak 2 tahun, 3 tahun dengan alasan malas jauh,” papar Endah.
Dengan penambahan layanan armada keliling yang kini beroperasi rutin di tingkat kecamatan, serta strategi door to door di luar jam kerja, P3DW berharap kebocoran pajak dapat diminimalisir. Upaya jemput bola ini diharapkan mampu menutupi potensi kekurangan target pendapatan, sehingga perbaikan jalan senilai ratusan miliar di Kabupaten Subang dapat terus direalisasikan tanpa hambatan finansial. (YHJ)






