SUBANG, BuletinJabar.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Pusakanagara bergerak cepat meredam kericuhan antar pendukung yang sempat mewarnai tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Patimban. Insiden tersebut terjadi ketika panitia Pilkades tengah menggelar agenda pengambilan dan penetapan nomor urut peserta, Rabu (7/10/2026).
Kapolsek Pusakanagara, AKP. Warjo, S.Pd., M.M., CHRA menjelaskan bahwa peristiwa tersebut murni berawal dari kesalahpahaman antara simpatisan kubu Mohamad Soleh dan kubu Ibnu Al Mahdi. Ia juga menepis narasi berlebihan yang sempat beredar di dunia maya.
“Sebetulnya kemarin ada kesalahpahaman aja antara kubu Pak Muhammad Soleh sama kubu Ibnu. Sebetulnya tidak seperti apa yang ramai-ramai di medsos,” ungkap Warjo.
Ketegangan dipicu oleh adanya pelanggaran tata tertib dari kedua belah kubu saat prosesi pengambilan nomor urut berlangsung. Menurut keterangan Kapolsek, satu kubu membawa alat peraga berupa baliho, sementara kubu lawannya membawa alat pengeras suara. Pelanggaran ini memancing aksi saling ejek antar pendukung yang kemudian berujung pada insiden saling lempar botol dan gelas air mineral plastik.
Meski sempat memanas, aparat gabungan Forkopimcam yang terdiri dari Camat, Danramil, dan Kapolsek beserta jajaran berhasil mengendalikan situasi dalam waktu yang sangat singkat.
“Alhamdulillah kejadian itu hanya 5 menit. Kita gabungan antara Forkopimcam, hadir. Kami ke dalam untuk memanggil calon Pak Soleh sama Pak Ibnu suruh meredam massanya. Alhamdulillah dalam waktu 5 menit mereka semua meninggalkan kantor Desa Patimban,” jelas AKP Warjo menceritakan kronologi penanganan kericuhan.
Setelah massa berhasil dibubarkan dan situasi kembali kondusif, tahapan Pilkades tidak mengalami penundaan. Panitia melanjutkan proses penetapan hingga selesai, yang menghasilkan ketetapan bahwa nomor urut satu dipegang oleh Ari Setiyadi, nomor urut dua oleh Mohamad Soleh, dan nomor urut tiga oleh Ibnu Al Mahdi. Keseluruhan sisa acara berjalan dengan lancar hingga tuntas. (YHJ)






