Bupati Subang Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Cupunagara, Siapkan Solusi Jangka Panjang untuk Warga Terdampak

Bupati Subang Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Cupunagara, Siapkan Solusi Jangka Panjang untuk Warga Terdampak. (Foto: Istimewa)

Menurutnya, selain relokasi, pemerintah juga sedang mengkaji kemungkinan penerapan konstruksi bangunan yang lebih ringan, seperti rumah kayu atau rumah panggung, guna mengurangi beban pada tanah yang labil.

“Saya minta BPBD melakukan kajian lebih lanjut. Jika secara ilmiah memungkinkan, dan rumah yang lebih ringan dapat mengurangi risiko, maka secara bertahap Pemerintah Daerah akan hadir membantu pembangunan rumah panggung bagi masyarakat di sini,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Tak hanya fokus pada hunian warga, Kang Rey juga menyoroti perlunya perbaikan sejumlah fasilitas umum yang terdampak. Untuk mendukung percepatan pembangunan, ia mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kami akan mencoba menggandeng BUMN, BUMD, maupun pihak swasta untuk membantu pembangunan fasilitas umum. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi tanpa hanya mengandalkan APBD,” katanya.

Kampung Ciwangun sendiri merupakan wilayah yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat. Letaknya yang cukup terpencil menjadikan kunjungan tersebut memiliki makna tersendiri sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian.

“Bukan hanya masyarakat di Cupunagara, tetapi seluruh masyarakat Subang harus merasakan kehadiran pemerintah. Kami tidak ingin ada satu pun warga yang merasa diabaikan. Ini adalah ikhtiar dan perjuangan kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Subang,” pungkas Kang Rey.

Dalam peninjauan tersebut, Kang Rey turut didampingi Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Subang, para kepala perangkat daerah terkait, Ketua TP2D Kabupaten Subang, unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *