Hingga awal April 2026, stok pupuk urea di wilayah distribusi Pupuk Kujang tercatat masih sesuai dengan ketentuan pemerintah. Pengawasan dilakukan secara ketat, mulai dari proses produksi di Cikampek hingga distribusi ke berbagai wilayah.
Data per 6 April 2026 menunjukkan, stok pupuk urea bersubsidi di Jawa Barat mencapai 33.568,7 ton. Sementara itu, di Kabupaten Subang, stok tercatat sebesar 1.272,8 ton.
“Dinamika pasar global memang sedang bergejolak, namun tugas utama kami adalah memastikan pabrik terus beroperasi dengan efisien dan andal,” kata Budi.
Ia menambahkan, upaya menjaga stabilitas produksi ini juga didukung penuh oleh pemerintah. Sebelumnya, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi, Satya Hangga Yudha Widya Putra, menegaskan bahwa sektor pupuk merupakan prioritas dalam kebijakan alokasi gas bumi nasional.
“Kami terus berusaha memaksimalkan ketersediaan gas bumi sebagai bahan baku utama dan melakukan pemeliharaan preventif pada infrastruktur pabrik. Prioritas kami adalah kebutuhan pangan dalam negeri tidak boleh terimbas oleh gejolak luar negeri. Kami memastikan kebutuhan petani domestik adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegas Budi. (YHJ)







