Pecinta Sambal Wajib Tahu! RSUD Subang Ungkap Fakta di Balik Mitos Usus Buntu

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Subang. (Foto: BuletinJabar.com)

SUBANG, BuletinJabar.com – Kabar yang menyebut terlalu banyak makan sambal dapat menyebabkan usus buntu karena biji cabai menumpuk di dalam tubuh masih sering dipercaya masyarakat. Namun, benarkah anggapan tersebut?

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang meluruskan mitos yang telah lama beredar di masyarakat. Melalui edukasi kesehatan yang dibagikan di media sosial resminya, RSUD Subang menegaskan bahwa biji cabai bukan penyebab langsung radang usus buntu (apendisitis).

Bacaan Lainnya

Ungkapan seperti “jangan kebanyakan makan sambal, nanti biji cabainya menumpuk di usus buntu” ternyata tidak didukung oleh fakta medis. Menurut tenaga kesehatan, radang usus buntu terjadi karena adanya penyumbatan pada saluran usus buntu yang memicu peradangan dan infeksi.

Penyebab Sebenarnya Apendisitis

Secara medis, penyumbatan usus buntu paling sering disebabkan oleh fekalit atau tinja yang mengeras. Selain itu, pembengkakan kelenjar getah bening di dinding usus akibat infeksi saluran cerna, parasit, maupun kondisi medis tertentu juga dapat menjadi pemicu.

Karena itu, biji cabai maupun makanan pedas tidak termasuk penyebab langsung terjadinya radang usus buntu. Meski demikian, konsumsi makanan pedas secara berlebihan tetap dapat menyebabkan iritasi lambung, gangguan pencernaan, hingga diare pada sebagian orang.

Jaga Kesehatan Pencernaan

Untuk menjaga kesehatan saluran cerna, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi makanan berserat seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup setiap hari.

Pola hidup sehat tersebut membantu menjaga kelancaran buang air besar dan mengurangi risiko terbentuknya fekalit yang dapat menyumbat usus buntu.

Kenali Gejala Usus Buntu

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

• Nyeri perut yang awalnya muncul di sekitar pusar lalu berpindah ke perut kanan bawah.• Mual dan muntah.

• Hilang nafsu makan.

• Demam ringan.

• Nyeri yang semakin bertambah saat bergerak atau batuk.

Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

RSUD Subang Siapkan Layanan Bedah Umum

Bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi terkait gangguan pencernaan maupun penanganan bedah umum, RSUD Subang menyediakan layanan Poliklinik Bedah Umum dengan jadwal praktik sebagai berikut:

Pelayanan Pagi

• Senin: dr. Ocin Sei, Sp.B

• Selasa: dr. H. Djaja Sutisna, Sp.B

• Rabu & Kamis: dr. Taufik Gumilar Wahyudin, Sp.B

• Jumat: dr. Fathir Yunarfan Fatahadin, Sp.B

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai keluhan bedah, termasuk pemeriksaan dan penanganan kasus usus buntu.

Jadi, para pecinta sambal tak perlu lagi khawatir berlebihan. Makan pedas tidak terbukti menyebabkan usus buntu. Namun, menjaga pola makan seimbang, memperbanyak serat, dan mencukupi kebutuhan air putih tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Jangan langsung percaya mitos, pastikan informasi kesehatan yang diterima berasal dari sumber medis yang terpercaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *