Aturan Ketat: Dilarang Jual, Sewa, hingga Gadai
Meski diberikan secara cuma-cuma, pemberian becak listrik seharga Rp 22 juta per unit ini memiliki aturan main yang sangat ketat. Firman Dahlan memberikan peringatan keras agar bantuan ini tidak disalahgunakan.
“Becak listrik supaya dipelihara dengan baik. Bisa Pak? Supaya usia pakainya lebih lama lagi. Yang kedua, jangan dijual ke daerah lain. Di sini tidak ada becak yang dijual! Tidak boleh direntalkan juga. Sesulit apa pun ekonomi bapak, jangan sampai digadaikan,” tegas Firman.
Untuk menunjang operasional, pemerintah juga telah menyiapkan terminal pengisian daya (charging) secara gratis, sehingga para tukang becak tidak perlu pusing memikirkan biaya listrik.
Dapat Perlindungan BPJS dan Candaan Menggelitik Bupati Subang
Kabar gembira tidak berhenti di situ. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, yang turut mengawal penyerahan bantuan ini, memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang memberikan perlindungan ekstra bagi para penerima becak listrik.
“Insya Allah yang tergabung di becak listrik ini akan kita daftarkan nanti di BPJS Ketenagakerjaan, Pak Kepala BPJS. Jadi Bapak-ibu nanti kalau yang lagi bekerja, tiba-tiba sakit, atau amit-amit ada musibah meninggal atau apa, itu nanti dapat tanggungan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk keluarga,” jelas Reynaldy yang disambut riuh tepuk tangan warga.
Bupati Subang itu juga sempat mencairkan suasana dengan candaan khas Sunda. Ia menyebut keputusan memberikan bantuan dalam bentuk barang (becak listrik) sangat tepat. Jika diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 22 juta, ia khawatir uang tersebut malah disalahgunakan.
“Tadi harganya 22 juta ya Pak ya. Soalnya kalau 22 jutanya dikasih ke tukang becaknya Pak, pada nikah lagi nanti Pak. Bukan dibeliin becak, dipake nyandung (poligami) nanti Pak. Karena aki-aki juga hasrat untuk nikah laginya orang Subang masih tinggi, Pak,” canda Bupati Reynaldy yang sontak membuat seluruh hadirin tertawa lepas.
Di akhir acara, Firman Dahlan mengakui bahwa saat ini belum seluruh pengayuh becak di Subang mendapatkan becak listrik karena terbatasnya kapasitas produksi dari PT Pindad. Namun, pihaknya berjanji akan terus berkoordinasi agar kuota untuk Kabupaten Subang ke depannya bisa ditambah. (YHJ)






