“Sehingga dapat beralihlah dari Tanjung Priok menuju ke Pelabuhan Patimban, agar secara logistik dan biaya logistik lebih baik lagi,” tuturnya, optimis menjadikan Pelabuhan Patimban berdaya saing internasional.
Patimban Sebagai Masa Depan Jawa Barat
Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, Noordien Kusumanegara, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung kelancaran PSN. Ia meyakini bahwa Pelabuhan Patimban adalah aset vital bagi kemajuan wilayah tersebut.
“Pelabuhan Patimban adalah masa depan Jawa Barat, pelabuhan yang sangat besar, sangat megah,” ujar Noordien.
Menurut Noordien, Subang kini telah menjadi hotspot industrialisasi yang memikat banyak investor. Namun, ia juga menyoroti potensi timbulnya masalah hukum, termasuk penyalahgunaan wewenang atau tindak pidana korupsi yang dapat merugikan keuangan negara dan pengusaha. Oleh karena itu, Kejari Subang menyiapkan tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk melakukan pendampingan.
“Kami jangan sungkan-sungkan Pak KSOP meminta jasa kami untuk bisa ketika ada permasalahan-permasalahan hukum perdata dan TUN, kami siap,” tegas Noordien, seraya memastikan bahwa jarak yang cukup jauh dari Kejari ke pelabuhan tidak akan mengurangi komitmen mereka dalam memberikan backup hukum secara penuh. (YHJ)






