Tak Gentar Razia dan Kompensasi KDM, Pengais Koin Tetap Kuasai Jembatan Sewo

Tak Gentar Razia dan Kompensasi KDM, Pengais Koin Tetap Kuasai Jembatan Sewo. (Foto: Gabriel Adammara)

SUBANG, BuletinJabar.com – Lonjakan volume kendaraan saat arus mudik di Jalur Pantura memunculkan fenomena yang kian mengkhawatirkan di kawasan Jembatan Sewo, perbatasan Subang–Indramayu. Jumlah pengais koin meningkat drastis, dari yang semula hanya puluhan orang, kini membengkak menjadi ratusan dan membentang hingga sekitar satu kilometer dari titik jembatan.

Para pengais koin ini memanfaatkan kebiasaan sebagian pengendara yang melemparkan uang logam ke jalan. Aksi tersebut menciptakan kerumunan di badan jalan, bahkan tak jarang mereka nekat menyambar koin di tengah derasnya arus kendaraan.

Bacaan Lainnya

“Sayang duitnya, kasih kasih orang banyak. Anak-anak disini mah biasanya kayak gitu (nyapu koin),” ujar Warto, salah seorang pengais koin, Rabu (18/3/2026).

Meski risiko kecelakaan mengintai, tingginya pendapatan menjadi alasan utama mereka tetap bertahan. Dalam sehari, seorang pengais koin bisa mengantongi hingga ratusan ribu rupiah, terutama saat puncak arus mudik.

Upaya lain juga datang dari Dedi Mulyadi yang sempat menawarkan kompensasi sebesar Rp50 ribu per hari agar mereka tidak turun ke jalan. Namun tawaran tersebut tampaknya tak cukup kuat menahan mereka. Para pengais tetap kembali, bahkan mengajak anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Para pengais koin justru menyalahkan perilaku pengendara yang masih melempar uang ke jalan.

“Orang mudiknya aja ngasih-ngasih duit kalau orang mudiknya gak ngasih duit mah gak bakal. Jangan nyalahin orang nyapu, orang nyapu mah lihat duit,” kata Warto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *