Bupati Subang Buka Pintu Lebar untuk Investor, tapi Beri Syarat Mutlak Serap Tenaga Kerja Lokal

Bupati Subang Buka Pintu Lebar untuk Investor, tapi Beri Syarat Mutlak Serap Tenaga Kerja Lokal. (Foto: BuletinJabar.com)

SUBANG, BuletinJabar.com – Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan komitmennya untuk mempermudah masuknya investasi asing maupun domestik demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Meski demikian, ada satu syarat mutlak yang tidak boleh ditawar oleh para investor, yakni memprioritaskan penyerapan tenaga kerja asli Kabupaten Subang.Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, dalam acara Subang Investment Forum di Aula Oman Sachroni, Pemkab Subang, Rabu (24/6/2026).

Bupati yang akrab disapa Kang Rey ini menyampaikan harapannya agar setiap investasi yang masuk dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas. Ia ingin Kabupaten Subang terus bertumbuh ke arah yang lebih baik dan inklusif.

Bacaan Lainnya

“Harapan kami, kami ingin investasi Kabupaten Subang bertumbuh lebih baik, bertumbuh lebih bermanfaat, dan investasi masuk sebanyak-banyaknya. Tapi tetap, kita harus memberikan investasi yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Reynaldy.

Kabupaten Subang saat ini tercatat sebagai salah satu wilayah dengan nilai investasi terbesar di Kawasan Rebana. Walau pencapaian tersebut secara makro sangat positif, Reynaldy mengaku dirinya belum sepenuhnya merasa bahagia. Pasalnya, angka pengangguran di Subang dinilai masih memerlukan perhatian lebih serius.

“Mudah-mudahan ini bisa kita tetap pertahankan, dan juga kita menerima dan membuka selebar-lebarnya untuk investor masuk ke Kabupaten Subang. Tapi tetap, selalu saya sampaikan pesan saya, bahwa investasi yang masuk ke Kabupaten Subang harus investasi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Subang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kesuksesan sebuah investasi tidak hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk, melainkan dari seberapa besar dampaknya dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

“Walaupun satu Kawasan Rebana ini Kabupaten Subang salah satu investasi yang paling banyak masuk, tapi saya jujur saya sedih. Saya belum berbahagia dengan hal itu. Walaupun investasinya yang terbesar tapi saya belum berbahagia. Kenapa? Karena masih banyak anak kita yang belum bisa keterima kerja di industri, masih banyak pengangguran kita. Karena bagi saya, ketika investasinya tinggi, jumlah penganggurannya harus menurun. Itu sebagai komitmen kita,” tegas Bupati Subang tersebut.

Menjawab tantangan mengenai kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sering kali menjadi alasan industri enggan menyerap tenaga kerja lokal, Pemerintah Kabupaten Subang tidak tinggal diam. Reynaldy menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah gencar menggandeng berbagai perguruan tinggi dan politeknik di Subang agar dapat menyelaraskan jurusan pendidikan dengan kebutuhan riil industri masa depan, seperti industri otomotif dan manufaktur canggih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *