Jadi Magnet Investasi Baru, Helmy Yahya Ungkap Alasan Investor Kepincut Kawasan Rebana Subang

Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana Jawa Barat, Helmy Yahya. (Foto: BuletinJabar.com)

SUBANG, BuletinJabar.com – Kawasan Rebana di Jawa Barat kian mengukuhkan posisinya sebagai magnet baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula H. Oman Sachroni, Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana Jawa Barat, Helmy Yahya, menyampaikan optimisme serta apresiasinya yang mendalam terhadap jalannya acara ini serta komitmen kepemimpinan di Kabupaten Subang.

Helmy mengaku sangat terkesan dengan terselenggaranya kegiatan ini, yang dinilainya sebagai salah satu momen terbaik yang pernah ia hadiri.

Bacaan Lainnya

“Saya senang banget ya, saya kaget gitu. Saya pikir ini yang terbaik dari yang pernah saya hadiri dan saya jadi narasumber,” ujar Helmy Yahya dengan penuh antusias, Rabu (26/6/2026).

Menurutnya, Kabupaten Subang sangat beruntung memiliki figur pemimpin muda yang memiliki komitmen tinggi, khususnya dalam memberikan jaminan kepastian bagi para pelaku usaha dan investor. Helmy menyoroti bagaimana jaminan dalam aspek perizinan dan keamanan menjadi faktor kunci yang krusial untuk menarik investasi di masa depan.

“Subang beruntung ya punya pemimpin seperti ini, ya bupati muda gitu dan punya komitmen. Saya senang banget waktu beliau bicara tentang akan menjamin masalah perizinan, keamanan. Itu penting, itu prasyarat investor akan datang. Di pipeline saya saja banyak sekali investor yang ingin invest di Rebana, terutama di Subang,” tambah Helmy.

Menepis Hambatan Sosial Melalui Pertumbuhan EkonomiKetika ditanya mengenai tantangan sosial yang masih perlu ditingkatkan di lapangan, seperti gesekan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) setempat, Helmy memandang hal tersebut dari kacamata kesejahteraan.

Menurutnya, jika perekonomian lokal tumbuh dan masyarakat mendapatkan lapangan pekerjaan, maka hambatan-hambatan sosial tersebut secara bertahap akan hilang dengan sendirinya, berkaca pada kesuksesan yang dialami oleh negara China.

“Tinggal partisipasi masyarakat. Kemarin kita catat ya masalah yang Pak Bupati ngomong sendiri ya, gangguan-gangguan bukan gangguanlah yang terjadi pada Fintech (perusahaan), ormas, dan sebagainya. Saya percaya kalau perekonomiannya naik dan mereka dapat pekerjaan, ya mestinya akan hilang dengan sendirinya seperti terjadi pada China,” jelasnya secara bijak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *