SUBANG, BuletinJabar.com – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait melakukan kunjungan lapangan di Kabupaten Subang, Senin (5/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP bersama Bupati Subang meninjau kondisi rumah tidak layak huni yang mendapatkan bantuan melalui program “Bedah Rumah Prabowo” di Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden.
Selain meninjau rumah warga penerima bantuan, kunjungan dilanjutkan dengan peresmian rumah susun (rusun) di Yayasan Nur Ilmi Prawira, Desa Kosambi, Kecamatan Cipunagara.
Tinjau Rumah Warga yang Rusak
Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey bersama Maruarar Sirait melihat langsung kondisi rumah Madi dan Rodiyatun. Pasangan tersebut tinggal bersama tiga anak dan satu keponakan dalam kondisi rumah yang mengalami berbagai kerusakan.
Kerusakan terlihat pada bagian atap hingga dinding berbahan bambu yang sudah lapuk. Kondisi kamar mandi di rumah tersebut juga dinilai tidak layak.
Di Desa Gambarsari, terdapat dua rumah yang akan mendapatkan perbaikan melalui program tersebut. Selain rumah Madi, rumah milik Muniah juga akan diperbaiki.
Atas bantuan tersebut, salah satu perwakilan masyarakat Desa Gambarsari menyampaikan apresiasi kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Bupati Subang.
“Masyarakat gambarsari menghaturkan terima kasih,” ujarnya..
Resmikan Rusun untuk Santri
Usai meninjau program bedah rumah, Kang Rey mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait menuju Desa Kosambi, Kecamatan Cipunagara.
Keduanya meresmikan rumah susun Yayasan Nur Ilmi Prawira yang dibangun melalui bantuan Kementerian PKP. Rusun tersebut terdiri dari dua lantai dengan empat unit barak yang mampu menampung hingga 82 orang.
Rusun dibangun di atas lahan seluas 1.508 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 576,8 meter persegi.
Sejumlah fasilitas tersedia untuk mendukung kebutuhan para penghuni, di antaranya hunian barak, ruang pengelola, kamar mandi komunal, ruang wudlu, akses tangga utama, area cuci dan jemur, ground water tank, rumah pompa, tangga darurat, serta balkon.
Peresmian ditandai dengan prosesi gunting pita dan penandatanganan prasasti oleh Menteri PKP bersama Bupati Subang.
Setelah peresmian, rombongan meninjau sejumlah ruangan yang digunakan para santri beserta fasilitas yang tersedia. Menteri PKP dan Bupati Subang juga berinteraksi langsung dengan para santri dan pengelola Yayasan Nur Ilmi Prawira.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), BPKP, BP Tapera, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Subang, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (YHJ)






